*tulisan berikut dari penulis yang mengaliaskan namanya Nida*
Tidak ada alasan bagi kita umumnya umat manusia, dan untukku sendiri khususnya untuk tidak mensyukuri karunia dan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepadaku setiap harinya. Karena setiap helaan nafas dan setiap jengkal bagian dalam tubuhku merupakan karuniaNya yang tak ternilai harganya. Begitu juga untuk setiap cobaan yang diberikanNya untukku, bukan kepada cobaannya, tetapi kepada hikmah yang ada dibalik setiap cobaan tersebut.
Tak dapat kupungkiri bahwa khilafku yang dulu telah membawa dampak yang sangat luar biasa didalam perjalanan hidupku. Sungguh, sebuah pelajaran hidup yang tak ternilai harganya. Kegagalanku memang sempat membuatku teramat sangat jatuh terpuruk dan terluka. Tapi ternyata bukan hanya diriku, tetapi juga bagi keluarga dan terutama buah hatiku tercinta. Namun lagi-lagi kubersyukur, bahwa kumasih diberikan kekuatan, kesabaran, ketabahan dan keimanan dalam melewati itu semua. Membuka mata hatiku bahwa hidup ternyata tak selamanya berjalan sesuai seperti yang kuinginkan. Dan membuatku bisa lebih menilai dengan bijaksana bahwa pasti ada konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil.
Dan betapa kubersyukur bahwa ditengah keterpurukanku, keluargaku masih tetap selalu hadir dan setia menerima dan merangkul segala keluh kesahku. Dan betapa kubersyukur, bahwa Allah SWT telah mengkaruniai seorang buah hati yang luar biasa kepadaku. Dan kubersyukur juga karena telah dipertemukan dengan orang2 baru yang luar biasa dan bisa berdampak baik dalam kehidupanku. Terima kasihku juga kepada ‘adequ’ atas filosofi hidup yang dibeikannya yang membantuku melewati ini semua dengan lebih tegar. “Segenggam garam bila dimasukkan ke dalam segelas air, jika diminum maka akan terasa asin airnya, tetapi jika segenggam garam itu dimasukkan ke dalam air sungai, jika kau minum airnya maka tidak akan terasa asinnya”. Begitulah dalam memandang dan mengumpamakan cobaan di dalam kehidupan, bahwa hendaklah kita meletakkannya seperti ke dalam air sungai, yang walaupun betapa sakit dan beratnya,namun tidak akan begitu terasa.
Tetapi biar bagaimanpun, aku hanyalah seorang manusia biasa, yang juga bisa merasa lelah. Terutama bila aku harus membesarkan buah hatiku seorang diri. Awalnya kupikir aku akan mampu melewati ini sendirian, awalnya kupikir bahwa aku akan setegar karang. Tetapi rupanya aku juga butuh seseorang untuk berbagi. Bukan hanya masalah materi, tetapi juga untuk moral dan spiritual.
Bagi teman-teman diluar sana yang belum menikah, yang akan segera menikah, atau berencana untuk menikah, mungkin kata2 sederhana dariku berikut ini bisa sedikit berguna :
#Bahwa pernikahan itu bukan hanya cukup dengan saling mencintai, tetapi hendaklah juga kalian saling mencintai karena Allah SWT. # Bahwa pernikahan tidak cukup hanya bermodalkan harta dunia, tetapi juga bermodal keimanan untuk harta akhiratmu. # Bahwa pernikahan tidak cukup hanya saling memberi dan menerima, saling percaya, jujur dan tanggung jawab, tetapi juga semua itu dilakukan dengan rasa tulus dan keikhlasan. # Bahwa pernikahan itu bukan hanya untuk mendapatkan keturunan, tetapi menjadikan keturunan itu menjadi manusia yang berakhlaqul karimah. # Bahwa pernikahan itu bukan hanya sekedar memenuhi ijab qabul semata, tetapi juga untuk mengikuti dan menjalani sunnah rasulNya. # Sehingga bisa terciptalah bukan saja keluarga harmoni, bahagia dan sejahtera, tetapi juga menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah dan warrahmah…..amien..
Perenungan ini terutama ditujukan untukku, untuk tetap senantiasa beristiqomah dan berikhtiar kehadirat Illahi Robbi.. Dan bagi teman-teman yang lain, silahkan diambil jika ada manfaatnya.
Untukmu yang pernah menjadi bagian hidupku, yang pernah sangat berarti dan pernah amat kucintai, tempatmu selamanya tidak akan pernah terganti. Kenanganmu akan abadi selamanya dalam catatan perjalanan hidupku.
Untukmu calon imamku di masa depan, yang keberadaannya masih dalam rahasia Illahi, hadirmu selalu kunantikan. Dan semoga kaulah selamanya yang terbaik untukku dan buah hatiku.
Untuk buah hatiku “Daiva Mefiano Irfani”, karunia Allah yang luar biasa untukku. Hadirmu senantiasa menjadi kekuatan dan inspirasi terbesarku. Pelita hati dan penyempurna kodratku. Jadilah selalu kebanggaanku.
‘Luv”
Nida
Rabu, 14 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar